Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Desember 2016

HEBOH...! Ketum Pemuda Muhammadiyah Ajak Jamaah Muhammadiyah Stop Beli Sari Roti



Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, secara pribadi, mengajak jamaah Muhammadiyah, khususnya Pemuda Muhammadiyah untuk tidak membeli produk “Sari Roti”.

“Saya baru tahu tentang Sari Roti Ini. Kalo gitu Saya secara pribadi ngajak kawan-kawan @pppemudamuh jamaah @muhammadiyah se-Indonesia stop beli Sari Roti,” tegas Dahnil di akun Twitter ‏@Dahnilanzar.

Dahnil beralasan, gerakan tidak membeli Sari Roti merupakan gerakan kesadaran konsumen untuk melawan arogansi korporat. “Gerakan kesadaran konsumen untuk lawan arogansi korporat. Bisa memberikan efek perubahan. Maka, saya memutuskan #StopSariRoti,” tulis @Dahnilanzar.

Sebelumnya, pernyataan resmi perusahaan produsen Sari Roti, Nippon Indosari Corpindo Tbk terkait Aksi Bela Islam III, 212, dinilai melecehkan Aksi Bela Islam.

Bahkan seorang netizen, Muhammad Arif Kirdat’ melalui akun facebooknya mengungkapkan kekecewaannya terkait pernyataan pihak perusahaan tersebut. Menurut Arif roti tersebut dibeli oleh donatur dan dibayar untuk dibagikan kepada peserta aksi 212.

Menurut Arif, “kalau memang sari roti tidak membolehkannya, mengapa masih jualan dengan market umat Islam”.

Berikut keterangan pers dari Sari Roti seperti dikutip lewat situs resminya.

Sehubungan dengan beredarnya informasi mengenai adanya pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle) pada Aksi Super Damai 212, dengan ini kami sampaikan bahwa:

1. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. selaku produsen produk Sari Roti memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas terlaksananya Aksi Super Damai 212 yang berjalan dengan lancar dan tertib pada tanggal 2 Desember 2016.

2. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. senantiasa berkomitmen menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika dengan senantiasa berusaha untuk menjadi perusahaan kebanggaan Indonesia.

3. Dengan tidak mengurangi apresiasi kami atas Aksi Super Damai kemarin, dengan ini kami sampaikan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada diluar kebijakan dan tanpa seijin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, dengan ini PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. menyampaikan bahwa:

1. Produk Sari Roti tersebut adalah produk yang dibeli oleh salah seorang Konsumen melalui salah satu Agen yang berlokasi di Jakarta.

2. Pihak Pembeli meminta agar produk tersebut dapat diantarkan ke area pintu masuk Monas dan dipasangkan tulisan “gratis” tanpa pengetahuan dan perijinan dari pihak PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

3. Demikian informasi ini kami sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman diberbagai pihak. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. berkomitmen untuk selalu menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, serta tidak terlibat dalam semua aktivitas kegiatan politik. [intelijen]

Ingat Kapolres yang Jadi Muazin di Aksi 212? Ternyata Dia Telah Dimutasi Menjadi …




Nama AKBP Indra Jafar belakangan sering disebut-sebut masyarakat. Polisi berwajah ganteng ini jadi perhatian setelah menjadi muazin pada aksi 212 yang digelar di Monal, Jumat (2/12/2016) yang lalu. Selain wajahnya yang rupawan, publik juga terpukau oleh suaranya.

Meski banyak jadi perbincangan masyarakat, terutama oleh warga pengguna media sosial, AKBP Indra mengaku tak menyiapkan apapun sebelum menjalankan tugasnya tersebut. Hal tersebut mungkin dikarenakan perwira menengah Polri ini ternyata memang sudah sering menjadi muazin di sejumlah masjid di Kota Cirebon.
“Waktu saya di Polres Cirebon Kota, saya sering menjadi muazin di masjid-masjid di Cirebon,” ujar Indra saat berbincang dengan detikcom, Selasa (6/12/2016), dikutip dari detik.com.
Ia mengaku jika selama menjadi Kapolresta Cirebon Kota, Indra kerap menyambangi masjid-masjid di wilayah Cirebon. Selain untuk blusukan, ia juga melaksanakan sholat jumat di masjid-masjid yang dikunjunginya.
“Saya setiap Jumat itu melakukan Jumat keliling ke masjid-masjid, khususnya masjid yang rawan perkelahian antarwarga dan kriminalitas,” imbuh Indra.
Indra sendiri ternyata baru-baru ini memiliki jabatan baru. Ia mendapatkan jabatan baru sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Dilansir dari tribunnews.com, Mantan Kapolres Cirebon Kota itu menggantikan AKBP Latif Usman.
Pengangkatan Indra tersebut sebenarnya sudah diputuskan pada 14 November yang lalu. Mutasinya menjadi Wadir Lantas Polda Metro Jaya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri bernomor ST/2755/XI/2016.
Indra menerangkan jika mutasinya tersebut tidak ada kaitannya dengan perannya sebagai muazin pada Aksi 212.
“Ini tak ada hubungannya dengan kemarin, muazin. Ini memang sebelumnya keluar dari sebulan lalu, pertengahan November tanggal 12 atau 15 gitu. Nah, tidak ada hubungannya dengan kemarin,” kata dia, dikutip dari tribunnews.com.
Selepas dirinya mendapat telegram tersebut, ia sempat menjalankan tugas di Polda Metro Jaya. Meski demikian dirinya mengaku belum melaksanakan serah terima jabatan.
“Saya sudah bukan di Polda Jawa Barat. Secara de jure Polda Metro, tetapi de facto belum, artinya belum serah terima, belum resmi,” jelasnya.
Ia lantas menjelaskan jika dirinya bisa menjadi muazin di aksi yang bertajuk ‘Bela Islam Jilid III’ karena usulan dari Ustad Arifin Ilham. Keduanya sudah saling mengenal semejak tahun 2003 silam.
“Dari tahun 2003, saya dulu di Polres Depok. Beliau masih tinggal di Depok, sekarang dia di Sentul,” ungkap Indra.
Indra mengaku dulu sering bertemu Ustad Arifin Ilham di masjid sebelum bertugas.
“Saya tiap hari, setiap pagi bertemu di masjidnya beliau. Saya mau berangkat patroli ke Sawangan, Limo mampir ke situ dulu. Beliau juga (salat) duha di situ di masjid. Saya berangkat patroli, beliau berangkat dakwah,” tuturnya.
Sementara itu, meski dirinya mengaku sering menjadi muazin, ia masih merasakan grogi saat menjalankan tugas di Monas. Namun Indra memantapkan diri untuk mengumandangkan azan dengan baik, sehingga hasilnya pun mendapat pujian dari masyarakat.
“Ada memang sedikit nervous, tetapi alhamdulillah berjalan lancar. Karena massanya banyak sekali, luar biasa sekali. Dan aksinya juga aksi damai, jadi ini sejarah bagi saya, momen yang tidak akan saya lupakan,” terang dia.

Jumat, 02 Desember 2016

Mabes Polri: 10 Aktivis Diduga Makar Berstatus Tersangka




Mabes Polri menyatakan 10 aktivis yang ditangkap sudah berstatus tersangka. Namun, proses penahanan, Polri masih mengkajinya dalam waktu 1×24 jam.
“Tersangka kan ditangkap, mana ada saksi ditangkap?” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar di Monas, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016).
Boy mengatakan, untuk penahanan pihaknya membutuhkan waktu. Saat ini pihaknya masih memeriksa 10 aktivis tersebut.
“Cuma, apakah ditahan atau tidak nanti dulu, tunggu pemeriksaan 1×24,” ucapnya.
Dia juga menjelaskan mengapa baru menangkap 10 aktivis tersebut tadi malam. Menurutnya, penangkapan tadi malam adalah waktu yang tepat.
“Di saat yang tepat. Tadi malam dinilai saat yang tepat,” ucapnya.

10 Aktivis tersebut ditangkap karena dituduh makar. Salah satu aktivis yang dijemput polisi, yakni Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani, Kivlan Zein dan lain-lain.
Kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan, Ratna Sarumpaet dijemput polisi Jumat dini hari.
Dia mengatakan, Ratna dibawa polisi dari Hotel Sari Pan Pacific di Jalan MH Thamrin Jakarta ke Markas Komando (Mako) Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

BACA JUGA :

10 Orang Tokoh Aktivis yang Ditangkap Polisi Diduga Makar Dinyatakan Tersangka

Daftar Nama 10 Orang Tokoh Aktivis yang Ditangkap Polisi Diduga Makar dan Langsung Dinyatakan Tersangka




Mabes Polri menyatakan 10 tokoh aktivis yang ditangkap beberapa waktu lalu secara terpisah sudah dinyatakan sebagai tersangka.

Hal itu dinyatakan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (2/12/2016), di kawasan Monas.

“Sudah tersangka,” ujar Bor Rafli.
Namun menurut Boy belum ada upaya penahanan sebelum pemeriksaan lebih mendalam dalam 1×24 jam.

“Apakah ditahan atau tidak nanti dulu, tunggu pemeriksaan 1×24,” ujar Boy.

Polda Metro sebelumnya mengamankan 10 orang tokoh aktivis dari berbagai elemen yang dikenal kerap vokal mengkritik kebijakan pemerintah.

Aparat kepolisian menangkap sepuluh tokoh pada Jumat (2/12/2016). Mereka adalah Ahmad Dhani, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Adityawarman Thaha, Sri Bintang Pamungkas, Rizal Kobar, Eko, Kivlan Zein, Firza Huzein, dan Jamran.

Untuk sementara para tokoh itu masih diamankan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
(sta/pojoksatu)

Kamis, 01 Desember 2016

Prabowo Berharap Aksi Damai 212 Berlangsung Aman dan Sejuk


Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, meminta aksi damai pada Jumat 2 Desember 2016 berjalan dengan damai tanpa ada aksi anarkis atau kekerasan.
Hal itu diungkapkan Prabowo usai bertemu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Setya Novanto, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


"Tadi kita berharap akan berjalan damai dan aman," kata Prabowo, Kamis (1/12/2016).
Prabowo mengungkapkan, dirinya dan Setya Novanto sepakat untuk selalu menganjurkan kesejukan, kekeluargaan, dan perdamaian yang tak bisa memecah belah persatuan serta kesatuan Indonesia.
"Saya terus menyampaikan semua pihak semua masalah bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, damai dengan baik. Asal iktikad kita untuk kebaikan bangsa dan negara Indonesia," sambungnya.
Mantan Danjen Kopassus itu mengungkapkan pentingnya menyampaikan pesan yang disampaikan berbagai pihak termasuk dirinya agar bisa mendamaikan dan menyejukkan suasana saat ini.
"Dan bagi saya terpenting adalah perdamaian dan rasa sejuk. Aman itu prasyarat untuk Indonesia survive sebagai bangsa," pungkasnya.

Jelang Aksi Super-Damai 212, Polda Jatim Tetapkan Status Siaga 1

Polda Jawa Timur (Jatim) menetapkan status siaga 1 menjelang aksi super damai bela Islam jilid III di Lapangan Monas, Jakarta, pada Jumat 2 Desember 2016 besok. Siaga 1 sendiri diberlakukan mulai sore tadi hingga aksi 212 selesai.




Untuk mengamankan situasi, Polda Jatim menerjunkan sebanyak 12 ribu pasukan. Mereka akan melakukan pengawasan pada sejumlah tempat. Sehingga kondisi yang sudah kondusif tetap terjaga.
“Mulai sore Jatim siaga satu. Sampai kapan? Hingga kondisi aman,” terang Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Setiadji, Kamis (01/12/2016).
Menurut Anton, semua daerah yang ada di Jatim mendapat pengawasan. Sebanyak 12 ribu personel diturunkan untuk melakukan pengamanan. Untuk warga Jatim yang ikut aksi super-damai 212 di Jakarta, jumlahnya sekira 2.100 orang.
“Berangkat dan pulang dalam kondisi selamat serta lengkap,” ujar Anton.
Disinggung apakah kepolisian melakukan penghadangan terhadap bus yang mengangkut warga ikut aksi super-damai ke Jakarta dari sejumlah daerah, ia membantah hal tersebut. Menurutnya, pihaknya hanya melakukan pemeriksaan pada penumpang.
“Bukan penghadangan atau menghalang-halangi, tapi pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang. Takut membawa barang berbahaya seperti narkoba dan sajam. Itu kan merugikan diri sendiri dan orang lain,” tukasnya.

Rabu, 30 November 2016

Akankah Presiden Menemui Pendemo 2 Desember Besok? Ini Jawaban Jokowi


Presiden Joko Widodo tidak menemui massa pengunjuk rasa 4 November 2016 lalu karena blusukan ke sejumlah proyek infrastruktur.
Aksi unjuk rasa tersebut berlanjut pada 2 Desember 2016 mendatang dengan tajuk aksi superdamai.
Lantas, apakah Presiden Jokowi akan menemui mereka?

"Belum tahu," kata Jokowi di sela pertemuannya dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/11/2016).
Saat ditanya apa rencana aktivitas pada 2 Desember, Jokowi juga menjawab "belum tahu".
Meski demikian, Jokowi yakin bahwa aksi superdamai itu berjalan sesuai dengan apa yang telah disepakati antara massa pengunjuk rasa dengan aparat keamanan.
"Saya mempercayai komitmen yang telah dibuat," ujar Jokowi.

Polri dan organisasi masyarakat (ormas) yang mengikuti aksi 2 Desember 2016 sepakat bahwa kegiatan tersebut akan berlangsung secara damai.
Nantinya, aksi tersebut akan diisi dengan doa bersama, tanpa orasi, dan diakhiri dengan shalat Jumat berjamaah.
"Ini kan sudah disepakati bersama, sudah ada pembicaraan dan semangat bersama untuk menyelenggarakan acara superdamai. Jadi ada komitmen-komitmen," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mapolda Metro Jaya, Senin malam.

BACA JUGA : 
Harganya Rp 143 Juta, Apa Perbedaan Toyota Avanza dan Transmover
Ini Dia 7 Tips Aman Bebas UU ITE Saat Aktif Bersosmed Seperti Facebook

Aksi damai tersebut merupakan aksi lanjutan yang dilakukan pada 4 November 2016, untuk mengawal proses hukum kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Polri memberi izin aksi tersebut dipusatkan di Monas, Jakarta Pusat, yang mampu menampung 600.000 orang hingga 700.000 orang.

Aksi GNPF akan dimulai pukul 8.00 WIB dan akan diakhiri shalat Jumat berjamaah. (Fabian Januarius Kuwado)



Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kompas.com

BACA JUGA : 
Kulit Wajah Makin Cerah Alami Berkat Masker Buah Mangga dengan Bahan Pendukung ini
PENTING! Mulai 2017 Sertifikasi Tanah GRATIS!. Begini cara ngurusnya .....